Home / NASIONAL

Minggu, 31 Oktober 2021 - 13:47 WIB

Presiden Indonesia inginkan G20 jadi Contoh Atasi Perubahan Iklim

arsipinhil.com – Presiden Joko widodo ( Jokowi ) Perubahan iklim hanya bisa dilakukan dengan kerjasama dalam tindakan nyata, Jokowi mengajak semua pihak agar tidak saling menyalahkan

Pernyataan ini di sampaikan presiden republik indonesia pak Jokowi ketika berbicara dalam KTT G20 sesi II dengan topik perubahan Iklim, bahwa energi dan lingkungan hidup di La Nuvola, Roma, Italia seperti yang tertulis dari biro pers, Media, dan informasi dekretariat Presiden Minggu (31/10/2021).

“Indonesia ingin G20 memberikan contoh, Indonesia ingin G20 memimpin dunia, dalam bekerja sama mengatasi perubahan iklim dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan dengan tindakan nyata,” kata Jokowi.

Jokowi menyampaikan bahwa G20 harus menjadi katalisator pemulihan hijau dan memastikan tidak ada satu pihak pun yang tertinggal.

“Penanganan perubahan iklim harus diletakkan dalam kerangka besar pembangunan berkelanjutan,” ucap Jokowi.

Jokowi, PM Inggris hingga PM Australia Ngobrol Bareng Penuh Senyum

Bahkan, kata Jokowi, penanganan perubahan iklim harus bergerak maju seiring dengan penanganan berbagai tantangan global lainnya seperti pengentasan kemiskinan dan pencapaian target SDGs.

“Saya paham, sebagai salah satu pemilik hutan tropis terbesar di dunia, Indonesia memiliki arti strategis dalam menangani perubahan iklim. Posisi strategis tersebut kami gunakan untuk berkontribusi. Deforestasi di Indonesia dapat ditekan ke titik terendah dalam 20 tahun terakhir. Indonesia telah melakukan rehabilitasi 3 juta hektar critical land pada 2010-2019,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia telah menargetkan Net Sink Carbon untuk sektor lahan dan hutan selambat-lambatnya tahun 2030 dan ‘Net Zero’ di tahun 2060 atau lebih cepat. Kawasan Net Zero mulai dikembangkan termasuk pembangunan Green Industrial Park di Kalimantan Utara seluas 13.200 hektare, yang menggunakan energi baru terbarukan dan menghasilkan green product.

“Tata kelola yang baik di tingkat global untuk penerapan carbon pricing perlu segera agar sesuai dengan tujuan Persetujuan Paris dan memberikan insentif bagi partisipasi swasta dengan memperhatikan kapabilitas dan kondisi tiap negara. Saat ini Indonesia sedang dalam tahap akhir penyelesaian regulasi mengenai carbon pricing untuk mendukung pemenuhan komitmen target NDCs,” tutur Jokowi.

Dalam pidato di depan Sidang Majelis Umum PBB beberapa waktu lalu, Jokowi mengingatkan pentingnya mengenai pemberdayaan negara berkembang untuk melakukan transisi energi dan mendorong inovasi teknologi untuk membangun ekonomi dunia yang berkelanjutan.

“Saya ingin berikan perhatian besar terhadap teknologi-teknologi yang dapat ditawarkan negara G20 bagi negara berkembang dalam transisi energi,” ujar Jokowi.

Jokowi juga berharap pada saat presidensi Indonesia di forum G20 nanti, terdapat sebuah platform yang dapat kita tawarkan melalui kemitraan global dan dukungan pendanaan internasional bagi transisi energi.

“Kita perlu pastikan bahwa transisi ke energi baru terbarukan berjalan seiringan dengan prinsip energy security, accessibility, and affordability,” kata Jokowi.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam acara tersebut, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Sumber : detik.com

Share :

Baca Juga

INHIL

Gelar Festival Kuliner, Ini Pesan Ketua DPC PDI-P Inhil

NASIONAL

Survei Poltracking: Elektabilitas Ganjar Pranowo Dan Erick Thohir Tertinggi

NASIONAL

Logo Halal Resmi diganti, Silahkan Cek! Berikut Daftar Tarif Resmi Sertifikasi Halal

NASIONAL

SAH!!! Label Halal Indonesia Berlaku Nasional

NASIONAL

Politisi PDIP Kritik Keras Big Data Versi Luhut dan Cak Imin soal Pemilu Ditunda

EKONOMI

J&T Cargo Buka Kemitraan, Janjikan Peluang Cuan Tinggi

NASIONAL

25 PWNU Sepakati usung nama Ketua Rais Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU

NASIONAL

Kapolri Larang Pawai Arak-arakan Saat Nataru