Home / POLITIK

Senin, 25 Oktober 2021 - 16:07 WIB

Ganjar Tanggapi Elektabilitas, Pilpres 2024 Mendatang

Arsipinhil.com – Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah hampir tidak pernah memberikan komentarnya terkait elektabilitas sebagai calon presiden di Pilpres 2024 mendatang yang terus menanjak di sejumlah lembaga survei.

Saat ketika Kompas.com meminta Ganjar berkomentar terkait hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas, di mana elektabilitasnya sudah menyamai Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yaitu berada di posisi 13,9 persen.

Dengan gaya bicara dan logat khas Jawa Tengah, Ganjar memberikan pernyataan-pernyataan yang tidak menjawab secara langsung hasil survei.

Ganjar kembali tidak menjawab pertanyaan saat Kompas.com menyebut secara spesifik hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingkat elektabilitasnya menyamai Ketua Umum Partai Gerindra itu.

“Ora ora. Heleh. Ngurusi Covid sik. Covid’e urung rampung kok (Tidak tidak. Ngurus Covid-19 dulu. Covid-19-nya belum selesai kok,” ujarnya sembari membetulkan tali sepatu.

Ganjar memberikan respons serupa ketika seorang pria mendekatinya dan mengeklaim sebagai penggagas kelompok Ganjaris Blitar Raya, kelompok yang mendeklarasikan dukungan terhadap dirinya beberapa waktu lalu.

“Haiyah opo maneh Iki (apa lagi ini),” kata dia sembari membiarkan pria tersebut mengambil posisi untuk berfoto bersama dirinya dan belasan orang lainnya di area Makam Bung Karno.

Tegaskan diri kader PDI Perjuangan

Ganjar juga mengomentari banyaknya deklarasi dukungan sebagai calon presiden pada Pilpres 2024. Ganjar menegaskan, dirinya adalah kader partai yang terikat dengan aturan internal.

“Saya kader partai. Kami punya aturan internal partai. Ketua umum saya memerintahkan agar seluruh kader yang dapat amanah dari rakyat, ada penugasan-penugasan dari partai,” kata Ganjar.

Salah satu tugas dan amanah rakyat yang harus dijalankannya adalah berkonsentrasi sebagai Gubernur Jawa Tengah. Ia fokus menangani pandemi Covid-19 di wilayah itu.

Setelah kasus Covid-19 mulai menurun akhir-akhir ini, kata dia, dirinya masih mempunyai tugas berat lainnya yaitu menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah.

Simultan dengan itu, jelasnya, program-program pemulihan ekonomi harus disiapkan.

“Covidnya sudah mulai menurun. Sekarang kita ngurus sekolahnya, PTM-nya biar cepat bagaimana. Percepatan vaksinasi bagaimana. Economic recovery bagaimana,” kata dia.

Kader celeng

Ganjar juga menunjukkan pernyataan yang lebih jelas terkait polemik “kader celeng” yang dilontarkan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto untuk melabeli kader partai yang mendeklarasikan dukungan kepada Ganjar.

Selain menyebut pelabelan “kader celeng” sebagai sebuah dinamika politik di internal PDI-Perjuangan, Ganjar menyebutkan pelabelan itu sebagai sebuah instrumen pendisiplinan kader partai yang bersikap di luar garis kebijakan partai.

“Biar semuanya tertib. Biar semuanya ikut aturan. Gitu,” kata Ganjar.
Berdasarkan survei Litbang Kompas yang melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi, tingkat elektabilitas Ganjar dan Prabowo sebagai calon presiden berada di urutan teratas.

Di bawah keduanya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan tingkat elektabilitas 9,6 persen.

Di bawah Anies, terdapat Ridwan Kamil (5,1 persen), Tri Rismaharini (4,9 persen), Sandiaga Uno (4,6 persen), Basuki Tjahaja Purnama (4,5 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (1,9 persen), Mahfud MD (1,2 persen), dan Gatot Nurmantyo (1,1 persen)

Sumber : Kompas.com

Share :

Baca Juga

gmni inhil

INHIL

Desak Pj Bupati, GMNI ‘Seruduk’ Kantor Bupati Inhil

INHIL

Pemuda-Mahasiswa Kateman “Gempur” Caleg Di Gelanggang Dialog

INHIL

Ayo Daftar! DPC PDIP Inhil Buka Penjaringan Calon Legislatif Tahun 2024

NASIONAL

Survei Poltracking: Elektabilitas Ganjar Pranowo Dan Erick Thohir Tertinggi

NASIONAL

Politisi PDIP Kritik Keras Big Data Versi Luhut dan Cak Imin soal Pemilu Ditunda

POLITIK

Terbaru, Ini Survei Elektabilitas Parpol Dari Litbang Kompas

POLITIK

Dinasti Politik di Kuantan Singingi

POLITIK

Politik Baru Telah hadir Sebab Indonesia Berada Pada Zaman Bergerak